Nama   : Annisa Amalia

NRP    : G64100067

Laskar  : 10

Cerita ini saya ambil dari pengalaman teman. Suatu ketika teman saya itu sedang berjalan-jalan di sebuah pertokoan. Di sepanjang pertokoan tersebut banyak sekali orang yang meminta-minta. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa.

Saat sedang asik melihat-lihat, tiba-tiba perhatian teman saya itu terhenti. Ternyata ada seorang anak kecil di pojok pinggiran toko, mengenakan baju lusuh dengan kaleng bekas yang dijadikan wadah untuk menaruh uang. Di tangan kecilnya tergenggam papan kayu yang bertuliskan “Kasihani saya, saya buta” .

Melihat kaleng yang masih kosong itu pun akhirnya teman saya mendapat ide. Kemudian ia mendekati sang anak dan mengambil papan kayu tersebut. Lalu berkata “Pegang ini”.  Tak lama setelah itu, teman saya pun pergi melanjutkan kegiatannya.

Beberapa jam kemudian, teman saya kembali lagi ke tempat sang anak. Dilihatnya kaleng yang tadinya kosong sekarang terisi penuh dengan uang. Ia pun tersenyum. Lalu teman saya mengambil papan kayu anak itu seraya berkata “Good Job!” . Sang anak yang mengenali suara teman saya itu pun bertanya “Bukankah kakak yang tadi mengambil papan saya? Lalu apa yang sudah kakak lakukan sampai kaleng saya bisa terisi penuh seperti ini?”.

“Saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya menambahkan tulisan di papan kamu yang isinya DUNIA INI SANGAT INDAH, SAYANG AKU TAK BISA MELIHATNYA “ .

Itulah yang dilakukan teman saya, tindakannya dapat menginspirasi orang lain. Ia bukan hanya membuat orang lain merasa kasihan dengan si anak tapi juga membuat kita menyadari untuk selalu bersyukur atas nikmat Tuhan karena telah diberi penglihatan.

Nama   : Annisa Amalia

NRP    : G64100067

Laskar  : 10

Setiap orang pasti pernah mengalami sebuah peristiwa yang dapat menginspirasinya untuk melakukan sesuatu atau bahkan kisah dari orang itu sendiri yang dapat menginspirasi orang lain. Untuk itu saya akan menceritakan sedikit kisah yang mungkin dapat dijadikan referensi.

Percayakah anda jika sombong adalah akar kejelekan sifat manusia? Sekilas sepele, jika kita pikirkan lagi masih banyak sifat-sifat jelek dari diri manusia yang lebih parah dibandingkan dengan kesombongan. Namun kenyataanya itulah yang saya rasakan. Bagi saya sombong adalah musuh terbesar dalam hati seseorang.

Cerita ini berawal saat saya berkunjung ke rumah teman. Disana kami mengobrol tentang apa saja, bisa anda bayangkan sendiri jika para perempuan kumpul maka yang jadi adalah “ngegosip” . Namun, ada satu kalimat yang dilontarkan teman saya yang membuat saya teringat sampai sekarang. Ia berkata “Ingat, kesombongan adalah jurang rintangan terbesar. Jika sekali saja kamu merasa sombong, maka semuanya akan runtuh dan kamu akan memulainya dari nol kembali”. Semula saya hanya menganggapnya sebagai angin lalu. Maka saya abaikanlah pesan teman saya itu.

Beberapa bulan kemudian, tiba pembagian rapot. Ternyata saya mendapat posisi (ranking) yang lumayan. Saya juga mendapatkan beasiswa karena hasil rapot tadi. Kemudian tidak disangka-sangka saya pun menang undian yang hadiahnya dapat dikatakan lumayan. Dengan kata lain saat itu adalah serasa dunia milik saya karena apa-apa yang saya harapkan terwujud.

Di saat-saat itulah saya terlena. Saya menjadi orang yang tidak bersyukur atas apa yang telah saya dapat dan saya pun menjadi orang yang meremehkan orang lain.

Tahun berikutnya, saat pembagian rapot, peringkat saya turun anjlok lalu diikuti kesialan-kesialan lain yang beruntun. Di saat itu saya merasa down. Mungkin ini balasan atas apa yang pernah saya lakukan. Jika saya pikir kembali sekarang, memang pantas balasan itu. Kemudian saya teringat kembali kata-kata teman saya. Ternyata memang terbukti. Saya sadar telah merasa sombong, padahal kita sebagai manusia tak ada apa-apanya di mata sang pencipta. Lalu, apa yang mau disombongkan?

Ada satu motto teman saya yang selalu saya ingat yaitu “Genggam dunia dengan tangan, isi hati dengan akhirat” (temanku, izin untuk mengutip ya…)

Entah ini dapat menginspirasi teman-teman atau tidak. Tapi harapan saya teman-teman yang membaca kisah saya dapat lebih bijak dibanding saya sehingga tidak terjerumus dalam jurang kesombongan.

  • pelatihan blog mahasiswa di computer center
Search